Archive for the Arsitektur Category

Menata interior rumah mungil sempit dengan lahan terbatas

Posted in Arsitektur on Juni 19, 2010 by xdesignmw

Menata rumah mungil dan sempit tidaklah semudah yang kita duga.,dengan keterbatasan ruang, rumah harus mampu menampung segala keperluan penghuninya. Di samping itu rumah juga harus nyaman ditempati dan enak dipandang.

Untuk menata rumah mungil ada beberapa prinsip :
  1. pengelolaan ruang secara efektif dan efisien
  2. pencahayaan dan sirkulasi udara yang tepat
  3. pemilihan corak dan warna interior yang cermat

Jika ketiga prinsip tersebut dilaksanakan, keterbatasan ruang bisa diantisipasi bukan untuk menjadi luas tapi akan terkesan luas sehingga bisa tampak nyaman.
 

Tips Menata interior rumah mungil sempit dengan lahan terbatas
  • Mengecat ruang dengan warna-warna yang terang, semua ruang rumah diusahakan terjangkau sinar matahari, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebab ruang yang terang akan terkesan lebih lega.
  • Penerangan ini bisa diperoleh melalui jendela, ventilasi udara dan bahan penutup atap yang transparan. Untuk itu, usahakan setiap ruang memiliki jendela dengan arah bukaan ke taman depan atau belakang. Selain sinar matahari bebas masuk, juga udara akan mengalir lancar 
  • Cat rumah, warna gorden atau furnitur sebaiknya menggunakan warna-warna yang terang. Warna putih pada tembok dapat menjadi salah satu pilihan untuk ruangan yang sempit. Atau jika Anda ingin menggunakan wallpaper pada dinding, pilihlah wallpaper dengan motif kecil.
  •  Ukuran jendela yang lebar dan menghadap ke taman juga berguna untuk memasukkan unsur alam ke dalam ruangan. Rumah tampak lebih segar dan pandangan orang yang di dalam ruangan pun menjadi lebih lepas.
  • Karena luas bangunan rumah mungil amat terbatas, supaya terkesan luas tidak perlu banyak sekat. Disarankan pemilik rumah menyatukan beberapa fungsi ruang, misalnya ruang tamu dengan ruang keluarga, kemudian ruang makan dengan ruang dapur bersih. Atau, ruang tamu, ruang keluarga dan ruang makan dijadikan satu ruangan. Perbedaan fungsi ruang hanya dibatasi dengan sekat yang transparan. 
  • Atap/langit langit yang tinggi, Jika ruangan Anda terbatas luasnya, dengan membuat atap lebih tinggi dapat memberi kesan ruang lebih lega karena adanya cukup ruang ke atas. 
  • Agar pandangan lebih luas, Anda dapat menggunakan jendela ukuran besar pada bagian depan rumah. Dengan demikian, penghuni rumah dapat melihat area yang luas di luar rumah dengan mudah seperti taman atau jalan. Hal ini akan memberi kesan luas.
  • Penggunaan cermin merupakan hal bisa dipertimbangkan untuk memberi kesan luas pada ruangan. Dengan cermin, Anda seolah-olah memiliki ruangan yang dua kali lebih besar karena pantulannya. 
  • Pilih Furnitur dengan Tepat, Memilih furniture seperti kursi, meja atau rak harus disesuaikan pada rumah yang mungil. Karena terbatasnya besar ruangan, maka pilihlah furniture yang simpel dan dalam ukuran yang kecil. Lalu cobalah pilih furnitur dengan warna yang menyerupai warna cat rumah Anda. Selain menghemat tempat, ini juga dapat membuat kesesuaian yang baik dengan ukuran ruangan. Warna yang menyerupai cat tembok akan membuat kesan lebih luas. 
  • Jangan terlalu banyak memasang pernak-pernik di rumah
  • Anda dapat pula memilih furniture multi fungsi. Misalnya meja yang juga dapat berfungsi sebagai kursi dengan menambahkan jok pada bagian atasnya. Furnitur lainnya misalnya ranjang di mana pada bagian bawahnya dapat berfungsi sebagai tempat penyimpanan. 
  • Yang tidak kalah pentingnya adalah tata letak dari furnitur. Dengan posisi letak yang tepat dapat memberi ruang kosong pada ruangan. 
  • Manfaatkan Ruang Kosong , Anda dapat memanfaatkan setiap bagian di rumah Anda yang masih kosong. Misalnya area di bawah tangga, biasanya kosong. Anda dapat meletakkan berbagai perlengkapan dan perkakas Anda di area bawah tangga 

 Terima kasih …..!
 Semoga bermanfaat..!

Design rumah tinggal dengan lahan sempit memanjang kebelakang

Posted in Arsitektur on Juni 18, 2010 by xdesignmw

Membangun rumah dengan keterbatasan lahan memerlukan kejelian dan kehati hatian agar hasilnya bisa memenuhi kebutuhan yang diharapkan.
Lahan dengan kondisi sempit memanjang kebelakang contohnya 6 m x 25 m, perlu beberapa hal yang perlu diperhatikan ( khususnya apabila kiri kanan sudah terdapat bangunan ), yaitu :
Jenis ruang yang dibutuhkan ( minimal ).
  • Ruang tamu
  • Ruang keluarga
  • Ruang Makan
  • Kamar tidur
  • Dapur
  • KM/WC
Sistim pencahayaan dan sirkulasi udara yang cukup untuk semua ruangan.
  • Pemenuhan cahaya dan udara yang cukup sangat mempengaruhi kenyamanan sebuah rumah, tata ruang dan adanya penempatan ruang terbuka bisa menjadi alternatif yang baik untuk kebutuhan pada lahan sempit memanjang.

Contoh kasus sederhana :

  1. Penempatan ruang terbuka dibelakang garasi, dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pencahayaan dan sirkulasi udara pada ruang keluarga kamar tidur
  2. Penempatan ruang terbuka pada bagian belakang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pencahayaan dan sirkulasi udara pada dapur dan kamar tidur.
  3. Ruang  terbuka bisa merupakan taman samping dan belakang.

Ini adalah contoh kasus sederhana yang bisa dijadikan inspirasi dalam membangun rumah. ( untuk detail bisa dilakukan dengan banyak variasi design )

semoga bermanfaat..!
terima kasih..!

Pencahayaan Rumah Sehat dan Hemat

Posted in Arsitektur on April 25, 2010 by xdesignmw

Kesadaran akan adanya pemanasan global yang mempengaruhi perubahan iklim dan degradasi kualitas lingkungan hidup manusia telah menyadarkan betapa pentingnya menyelamatkan kehidupan manusia di Bumi. Berbagai pihak terus bekerja sama membangun dunia baru yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Para pengembang properti berbagi informasi membangun properti hijau menuju kota hijau. Produk-produk properti hijau diperkenalkan kepada konsumen yang semakin kritis terhadap pengembang yang tidak ramah lingkungan. Ada banyak properti hijau berupa konsep kota taman, kota hijau, kota pohon, rumah kebun, kebun raya, taman hijau, hingga lembah hijau yang membanjiri pasaran telah memesona masyarakat.
Berbagai model arsitektur bangunan yang sempat populer, mulai dari rumah bergaya tropis, country, mediteranian, hingga minimalis, mulai ditinggalkan konsumen. Para arsitek dan pemilik rumah mulai bekerja sama mengembangkan konsep rumah hunian yang ramah lingkungan dan semakin dicari penghuni.
Krisis listrik yang byarpet dan semakin mahal mendorong semua pihak untuk mulai membiasakan menggunakan energi alternatif yang ramah lingkungan. Meski belum banyak berkembang, warga terus berupaya mencari tenaga listrik yang (kalau bisa) mudah dan murah, di antaranya :
  • Efiensi listrik melalui pemanfaatan lampu hemat energi dan cahaya alami dianggap sebagai solusi terbaik untuk menghadapi krisis listrik saat ini.
  • 19 persen konsumsi listrik di perkantoran di dunia berasal dari pencahayaan. Karena itu, efisiensi pencahayaan ini akan berpengaruh besar bagi upaya pengurangan emisi karbon yang dihasilkan dari proses produksi listrik.
  • Penghematan itu dapat ditempuh dengan cara mengurangi frekuensi pencahayaan bersumber daya listrik maupun dengan memanfaatkan teknologi lampu irit setrum. Pemanfaatan lampu seperti ini dinilai dapat mengurangi konsumsi listrik dari sektor pencahayaan hingga 40 persen.
  • Sekarang ini teknologi lampu LED menjadi solusi paling tepat karena lampu jenis ini punya intensitas cahaya besar tapi konsumsi listriknya rendah. Selain itu, perlu juga diperhatikan soal rumah lampu. “Desain rumah lampu yang tepat dapat memaksimalkan penyebaran cahaya lampu sehingga tidak ada penyebaran yang sia-sia,”
  • Efisiensi listrik tersebut kian maksimal jika konsumen mengombinasikan penggunaan cahaya buatan tersebut dengan cahaya alami dari matahari. 
  • Kombinasi antara pemanfaatan teknologi buatan hemat energi dan cahaya alami ini dapat memangkas konsumsi listrik hingga 50 persen. “Kita bisa memanfaatkan cahaya alami ini sebanyak mungkin. Untuk bangunan perkantoran, kombinasi 30 persen cahaya natural dan 70 persen cahaya artifisial sudah sangat bagus,” 
  • Tren penggunaan lampu hemat energi dan cahaya alami tersebut kini telah merambah Indonesia. Penggunanya bukan hanya pertokoan dan perkantoran besar, tapi juga sektor publik
  • Penggunaan panel- panel sel surya di atap bangunan untuk memanaskan air dan beberapa titik lampu.
  • Di kawasan pesisir pantai, dilakukan pengembangan kincir angin untuk memasok tenaga listrik.
  • Biogas juga sudah dilirik untuk menerangi lampu atau memasak. Alternatif pengembangan energi listrik rumah ramah lingkungan harus terus dilakukan agar rumah tidak tergantung banyak pada pasokan listrik PLN di masa depan.
  • Ketersediaan KDH 30 persen lebih memberikan peluang untuk rumah dan penghuni dapat bernapas lega. Ruang hijau dikembangkan menjadi taman dengan konsep taman sesuai kebutuhan penghuni, seperti taman terapi/ refleksi/relaksasi, taman air, taman bunga, atau sesuai arsitektur bangunan—taman tropis, taman minimalis, taman jepang, dan taman mediteranian.
  • Taman yang cantik ini memberikan sumbangan ekologis kepada kota sebagai ruang terbuka hijau privat bagian dari ruang terbuka hijau kota. Penghuni berhak memperoleh insentif, seperti pengurangan pajak, pemotongan biaya listrik, telepon, dan kemudahan lain, dari pemerintah sebagai apresiasi pemerintah atas partisipasi warga dalam menambah hijau kota. 
  • Para arsitek mulai rajin membangun atap hijau (green roof, roof garden) sebagai upaya menggantikan lahan (hijau) yang terbangun. Di kota-kota besar yang padat dan sumpek, kehadiran atap-atap hijau bak oase sejuk di tengah-tengah hutan beton kota. Belum cukup, dinding-dinding rumah juga dibalut tanaman merambat menjadi dinding hijau (green wall). 
  • Bangunan yang diselimuti tanaman terbukti mampu memengaruhi iklim mikro lingkungan sekitar. Hawa panas turun. Taman menjadi insulasi atap alami. Radiasi sinar matahari diserap tanaman. Gas polutan diolah tanaman menjadi oksigen. Air hujan dapat ditampung, diserap, dan dialirkan ke dalam pipa serta diresapkan ke dalam sumur resapan air. 

    Perkembangan Rumah tinggal di Masa Depan

    Posted in Arsitektur on April 14, 2010 by xdesignmw

    Pekembangan teknologi yang cepat mau tidak mau telah merubah pola berfikir kita menjadi lebih praktis dalam segala hal.
    Kebutuhan akan perumahan juga mendapatkan dampak yang cukup besar dari perkembangan jaman dewasa ini. Awal tahun 2010 bisa dikatakan menjadi titik tolak dari bergesernya sebagian besar cara pandang orang terhadap kebutuhan perumahan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam membangun/membeli  rumah, diantaranya :
    • Lokasi ( terkait dengan lokasi tempat kerja, sekolah dan kondisi lingkungan sekitar )
    • Konsep rumah yang ditawarkan serta fasilitas pendukung yang ada.
    • Harga yang ditawarkan ( biasanya ini yang menjadi pertimbangan utama terutama untuk kalangan menengah kebawah )
    Kita semua mungkin sudah tahu trend yang belakangan ini menjadi idola dalam dunia property “MINIMALIS”, kata ini menpunyai daya tarik yang luar biasa dalam penjualan property. Tapi kita juga harus jeli sebelum membeli, teliti sebelum menempati, jangan sampai menyesal dikemudian hari hanya gara gara ingin punya rumah minimalis teryata justru bukan rumah idaman yang didapat.
    Sedikit kita ulas mengenai konsep rumah minimalis, ada banyak pendapat mengenai hal ini saya akan mencoba dari sisi pandang yang saya fahami.
    • Konsep minimalis sebenarnya adalah konsep membangun rumah tinggal dengan biaya minimal
    • Tata ruang yang efisien dan optimal, yang terakhir 
    • Biaya perawatan dan pemeliharaan termasuk listrik, sanitasi air bersih dan kotor yang efisien, sehat dan bersih serta murah.
    Tentu banyak yang mengatakan “Semua orang maunya juga begitu.!”, tapi marilah kita telaah lebih dalam, dalam melakukan design  rumah harus diperhatikan bukan cuma nilai keindahan pada bagian depan ( tampak depan ) tapi juga yang penting adalah persoalan mengenai tata cahaya, tata ruang terkait dengan sirkulasi di dalam rumah dan jenis material yang digunakan.
    Salah satu contoh adalah dari sisi tata cahaya :
    bagaimana caranya supaya rumah tidak perlu butuh penerangan waktu siang hari, kelihatannya sederhana tapi bila kita kurang perduli mungkin kita akan memperbanyak jendela dan ruang terbuka tapi apakah dari sisi efisiensi itu sesuai ? bagaimana dengan pemenuhan kebutuhan ruang ? apakah sudah layak ? dsb
    Inilah  sebenarnya apa yang disebut dengan konsep rumah minimalis, bukan cuma sekedar rumah dengan ornamen polos dan kotak baik pada variasi dinding atau pintu jendela tapi yang perlu diperhatikan adalah :
    • Apakah biaya yang kita keluarkan juga minimalis.? atau-kah justru membengkak
    • Bagaimana dengan tata ruang apakah apakah sudah efisien sehingga tidak ada ruang kosong yang tidak sesuai dengan peruntukan.
    • Bagaimana dengan sistim tata cahaya dan sanitasi yang ada, apakah sudah memberi suasana yang nyaman sehat dan bersih.?
    •  Prinsip dalam membangun kita harus mempertimbangan bukan cuma saat kita membangun tapi juga harus dipertimbangkan mengenai biaya pemeliharaan yang akan mungkin terjadi pada saat kita menempati rumah tersebut.

    Kedepan tampaknya minat masyarakat akan perumahan baik yang membeli ataupun yang membangun akan tetap pada konsep rumah minimalis, karena bila benar benar diterapkan akan menghasilkan rumah yang betul – betul rumah idaman.

    Trend Arsitektur tahun 2010

    Posted in Arsitektur on Februari 26, 2010 by xdesignmw

    Selama ini yang kita kenal adalah trend busana/fashion, baik bentuk warna maupun bahan yang dipakai, Apakah dalam dunia Arsitektur juga ada trend yang serupa ?
    Trend adalah sesuatu yang sifatnya sementara dan hanya akan bertahan dalam satu masa tertentu, bahkan mungkin hanya merupakan dari trik marketing untuk membuat konsumen mengarah pada produk tertentu,

    Dunia property juga tidak bisa lepas dari ikatan kepentingan bisnis dan adanya istilah trend arsitektur adalah salah satu contohnya, kalau kita analisa dengan adanya tren arsitektur, maka pengembang properti lebih mudah dan terarah dalam menjual produknya. Asal mengikuti trend maka propertinya pasti laku. Begitu pula dengan media arsitektur. Dengan membahas  trend arsitektur, maka medianya akan laku karena orang ingin tahu, seperti apa trend arsitektur itu, terlepas apakah makna yang disampaikan tentang trend itu benar atau keliru.

    Misalnya, tren arsitektur minimalis yang masih hangat terdengar. 

    Betulkah properti yang dijual dengan sebutan minimalis itu benar-benar minimalis? Ternyata lebih banyak yang keliru, walaupun ada juga pengembang properti yang memberikan pemahaman tentang minimalis dengan benar. Apa saja dapat dengan mudah disebut minimalis agar laku, walaupun sebetulnya sama sekali tidak minimalis. apalagi masyarakat memang bangga dan senang membeli properti yang sesuai dengan tren arsitektur yang ada agar tidak dianggap ketinggalan zaman.

     

    Bagaimana dengan trend untuk tahun 2010 ? 
    _______________________________________________________

    Terjadinya issue “Pemanasan global” akhir akhir ini juga cukup berpengaruh terhadap trend dalam dunia arsitektur, Kecenderungan masyarakat yang meningkat dalam hal kesadaran dan menghargai lingkungan membuat issue ini masih dominan. Penggunaan material yang bersahabat dengan lingkungan, pemaksimalan tata udara dan taat cahaya alami, efisiensi ‘life-cost’ setelah bangunan berdiri serta pengurangan limbah dalam proses bertinggal menjadi sub issue yang berkenaan dengan issues tadi.
    Dari sisi arsitek sebagai desainer, issue ini menjadi menarik, Arsitek dapat ‘bermain’ menggunakan material dan bentuk untuk mengakomodasi issue ini. Disamping itu kini berkembang keinginan dikalangan arsitek untuk menggunakan material yang sederhana akan tetapi memiliki muatan lokal (local content) yang lebih banyak. Istilah kembali ke alam akan menjadi tema yang cukup sentral untu beberapa waktu kedepan. 
    Untuk warna di tahun 2010 ini akan lebih tertuju pada warna yang alami ( back to nature ), seperti warna abu muda, coklat pupus, hijau pupus, orange, kuning lime. Selain melambangkan alam, warna ini dapat dipakai sebagai warna dasar selain warna putih dan warna turunannya.  

    Bagaimana dengan interior, interior bangunan akan lebih banyak menggunakan bahan bahan yang natural seperti bambu, kayu dengan design lama ( tradisional ).

    _______________________________________________________ 

    Trend bukanlah hal baku yang harus kita ikuti, Hal yang lebih penting yang kita lakukan selain membicarakan trend adalah membuat cek list kebutuhan yang ada dan juga disesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada sehingga dalam membangun rumah idaman kita tidak kecewa dikemudian harinya.

    Memaksimalkan fungsi teras rumah

    Posted in Arsitektur on Februari 1, 2010 by xdesignmw

    Teras merupakan bagian dari rumah yang secara fisik merupakan sebuah ruang terbuka yang dinaungi oleh atap. Biasanya memiliki satu atau dua dinding, dengan permukaan lantai cenderung dinaikkan dari tanah. Sebagai suatu ruang peralihan dari luar ke dalam atau sebaliknya, teras diharapkan dapat mencerminkan karakter desain rumah dan memiliki sentuhan lingkungan alam sekitar.
     
    Teras adalah bagian rumah yang menyambut tamu-tamu datang, kadangkala kesan yang ditangkap oleh para tamu bisa terbawa hingga ke rumah. Teras juga bisa berada disamping atau belakang rumah sebagai area duduk.
    Tata letak dan fungsi teras :

    • Teras depan umumnya berfungsi sebagai tempat untuk menerima tamu. Di sisi lain, teras depan merupakan wajah dari rumah yang mempengaruhi impresi orang yang melihatnya. Wajah bagian depan ini setidaknya harus menjanjikan kesinambungan dengan ruang di dalam dan taman di sekitarnya. Bahkan boleh jadi teras depan mencerminkan karakter pemilik rumah.
    • Teras samping biasanya terbentuk karena adanya sisa ruang pada rumah atau didasari bentuk lahan rumah yang melebar. Tidak jarang teras samping digunakan untuk menyalurkan hobi atau sekadar relaksasi. Selain sifatnya lebih tertutup, teras samping biasanya memiliki privasi yang cukup tinggi.
    • Teras belakang umumnya difungsikan sebagai perpanjangan ruang keluarga yang menghadap ke halaman belakang. Luasnya lebih besar dari teras-teras lain, sedangkan sifatnya lebih privat. Interior digarap senyaman mungkin karena terutama digunakan sebagai tempat kumpul-kumpul keluarga.
    • Jangan lupa, kenyamanan di teras adalah hal utama. Bila kita ingin menunjukkan kesan ramah kepada mereka yang mengunjungi rumah kita, buatlah agar mereka merasa diterima dan disambut dengan sebuah kenyamanan. Dalam hal ini, kita bisa menyediakan kursi-kursi untuk duduk dengan nyaman. Kursi untuk teras seharusnya termasuk furniture outdoor, atau furniture yang tahan diletakkan diluar ruangan. Biasanya kursi outdoor dibuat dari bahan besi dan kayu untuk ketahanannya. Bahkan sekarang ada bahan-bahan lain dari plastik yang lebih tahan cuaca. Bila memungkinkan, gunakan tiga atau empat kursi untuk duduk.
    • Sebuah teras juga bisa dilengkapi dengan dudukan dari tembok, kayu, dan sebagainya yang merupakan bagian dari bangunan rumah. Saat mendesain, kita bisa menambahkan tembok sekitar 60-70 cm dengan dudukan di bagian atasnya. Hal ini sering kita jumpai pada rumah-rumah lama kolonial atau tradisional.
    • Teras dapat dilengkapi dengan tanaman, Tanaman dapat memperlunak suasana ruangan, dan membuat kita merasa makin nyaman. Tidak heran, bila tanaman selalu merupakan bagian dari terapi agar kita lebih nyaman, karena tanaman dengan daun-daun hijaunya mengingatkan kita pada alam yang asri dan menyegarkan. Tanaman rambat, tanaman hias dan pepohonan yang melindungi dari terik matahari menjadikan teras rindang dan asri. Lingkupi teras dengan berbagai tanaman.
    • Teras pada intinya adalah tempat berteduh, Jadi bila sebuah rumah hanya punya sedikit lahan dan sedikit teritisan, mungkin itu belum bisa disebut sebagai teras. Teras setidaknya harus berfungsi untuk menerima tamu sebelum masuk rumah, atau merupakan tempat untuk mengobrol di bagian depan, samping atau belakang rumah.Sebuah teras mungkin tidak terlihat bagus dari jalan, tapi boleh jadi bisa terasa nyaman dan asri sehingga membuat orang betah duduk disana.
    • Teras bisa menjadi pengganti ruang tamu untuk sebuah rumah mungil, jadi hanya tamu yang sudah akrab saja bisa masuk kedalam rumah, dan rumah tidak harus memiliki ruang tamu, cukup ruang keluarga saja sehingga menghemat biaya pembangunan rumah.

     

    Bangunan Tua Jejak Sejarah dan Budaya Bangsa

    Posted in Arsitektur on Januari 6, 2010 by xdesignmw

    Kantor Pos Yoyakarta
    Indonesia, dengan letaknya yang strategis dan kekayaan alamnya yang berlimpah, mengundang berbagai transaksi perdagangan dari Eropa, Arab, India dan China. Posisi ini menjadikan Indonesia pusat perdagangan yang ramai dan pelabuhan yang sibuk. Tempat bertemu dan berlebur berbagai kultur dan jamaknya etnisitas menambah kaya sejarah bangsa. Indonesia adalah sebuah bangsa yang mempunyai banyak potensi untuk menjadi yang maju dan besar.
    Bangunan-bangunan yang berkualitas berhasil menjadi koneksi antara visi kreatornya, impian sang pengguna atau orang yang tinggal di dalamnya menyatu dengan alam sekitarnya, dilatarbelakangi konseptual environmental metafisika, teologi dan filosofi merupakan hasil arsitektural awal yang menunjukan kemakmuran dan kesejahteraan manusia. Ditambah dengan nilai historisnya, menjadikan bangunan-bangunan tua kekayaan negara yang tak ternilai. Bangunan-bangunan tua mendapat kehormatan dan perhatian khusus di negara-negara maju lainnya atas konsiderasi fundamental. 
    Sudah menjadi tugas kita sebagai generasi muda untuk dapat melestarikan peninggalan besejarah tersebut. tapi kita lihat sekarang justru banyak sekali yang tidak terurus bahkan dibongkar. Menjadikan  tua dengan perpaduan modern merupakan keharusan terkait dengan perawatan yang membutuhkan cukup banyak biaya.
    Bank Indonesia Solo
    Yang terpenting adalah kita sebagai bangsa yang besar harus mampu melestarikan budaya luhur bangsa yang merupakan peninggalan bersejarah yang tidak tergantikan.

    Program restorasi atau  pemugaran bangunan tua merupakan agenda nasional untuk menjaga orisinalitas dan perawatan peninggalan sejarah bangsa. Peringatan dan perayaan sejarah tidak selamanya terlukiskan indah penuh kemenangan, di dalamnya juga terkandung sejarah yang hitam dan penuh perjuangan menjadikan arsitektur bangunan tua mendapat tempat yang sangat istimewa pada kemajuan bangsa.

     
    Bank Indonesia Yogyakarta 

    Anak bangsa yang terbuai dengan mimpi dengan sendiri telah menjadi musuh terbesar bagi dirinya. Sibuk berjuang untuk menjadi yang terbaik sehingga lupa akan akar-akar yang menjadikannya. Sejarah ada karena tidak semua harus kita jalani sendiri. Dengan adanya kesadaran untuk belajar dari masa lampau, kita baru bisa membangun sejarah baru yang lebih baik, tanpa harus mengulang yang lama
    Kultur yang rapuh dibangun tanpa jati diri dan kesadaran untuk belajar dari masa lalunya. Bangunan tua yang bercerita tentang masa lalu, sekarang dan masa depan tentang sebuah bangsa sedang menunggu untuk diselamatkan dari kerapuhannya.
    Lawangsewu Semarang
    Amazon.com 

    Ki Hajar Dewantara dan taman siswa dalam sejarah Indonesia modern