Arsip Penulis

Konsep design bangunan tahan gempa secara struktural

Posted in Konstruksi on Juli 15, 2010 by xdesignmw

Dalam merancang bangunan tahan gempa ada tiga hal penting yang harus dilakukan :
  • Tersusun dengan baik
  • Dirancang dengan baik
  • Dibangun dengan baik
Ketiga unsur diatas amatlah penting. Jika susunan gedung tidak tepat maka beban terhadap struktur akan meningkat. Hal ini akan menumbulkan kelemahan kualitas struktur bangunan.
 
Rancangan gedung dengan konsep struktur simetri
  • Elemen-elemen penahan beban seismis sebaiknya disusun secara simetris.
  • Pentingnya susunan yang simetris berbanding lurus dengan tingginya gedung. 
  • Elemen yang penting untuk menahan beban seismis ( contoh: tembok, kerangka struktur beton / baja ) sebaiknya disebar secara simetris dan teratur menghadap ke dua arah dasar gedung.
  • Tembok dan kerangka sebaiknya dipasang di batas pinggir bangunan. Jika semua elemen tersebut dipusatkan pada satu lokasi, maka elemen-elemen tersebut akan mengakibatkan puntiran pada bangunan; dan puntiran ini bisa mengakibatkan runtuhnya gedung. 
  • Konsep rancangan simetri sebaiknya diupayakan pada kedua arah orthogonal. Ketika membangun gedung berbentuk “L”, “H” atau “U”, rancangan denah gedung sebaiknya dibuat dengan rasio panjang-lebar kurang dari 1 banding 3. Jika ini tak memungkinkan karena adanya tuntutan design arsitektur, maka sebaiknya sayap gedung dijadikan bangunan terpisah secara struktural ( melakukan dilatasi = pemisahan  bangunan secara struktural )
  • Asimetri vertical juga sangat penting untuk dihindari jika membangun gedung lebih tinggi dari satu lantai. Elemen penahan beban lateral utama harus tersusun secara konsisten dari bawah sampai atas gedung. Hindarilah perubahan berat jenis diantara lantai ( perbedaannya sebaiknya dibawah 50% ), dan juga hindarilah perubahan kekakuan lateral.
 
 Pemisahan bangunan ini hanya terjadi pada bagian struktur bangunan,
sehingga saat terjadi gempa distribusi tekanan tidak akan mempengaruhi
bagian bangunan lainnya

Contoh terjadinya kerusakan akibat gempa pada bagian pertemuan bangunan
bila design dilakukan tanpa pemisahan struktur / dilatasi

Pertimbangan Lain dalam Merancang Bangunan
Daya tahan terhadap gempa bukanlah satu-satunya hal yang harus dipertimbangkan oleh seorang  perancang bangunan. Hal-hal dibawah ini juga harus dipertimbangkan. 
  1. Defleksi, termasuk defleksi yang diakibatkan pergantian suhu dan gerakan gerakan lain. 
  2. Daya tahan terhadap api; perlindungan terhadap petir. 
  3. Daya Tahan terhadap cuaca; pengendalian tingakt air permukaan. 
  4. Daya tahan (termasuk terhadap serangan serangga) / stabilitas bahan bangunan 
  5. Proses pembangunan dan kecepatan pembangunan. 
  6. Daya tahan bangunan terhadap waktu. 
  7. Rancangan khusus untuk daerah tropis. 
  8. Insulasi buat mengendalikan suhu; ventilasi, dan efisiensi energi. 
  9. Cahaya alami 
  10. system saluran pipa. 
  11. Keamanan, keleluasaan pribadi penghuni, insulasi akustik seiring dengan budaya, agama, dan tradisi local. 
  12. Estetika 
  13. Adanya bahan baku yang memadai. 
  14. Adanya tenaga buruh.

Terima kasih…!
Semoga bermanfaat..!

Iklan

Mengenal profil kusen aluminum dan rangka daun pintu jendela aluminium

Posted in Konstruksi on Juli 14, 2010 by xdesignmw

Dalam bidang konstruksi bangunan dewasa ini aluminium telah banyak digunakan sebagai bahan konstruksi khususnya untuk bangunan gedung. 
Bahan konstruksi bangunan gedung dari aluminium tersebut antara lain :
  • berbentuk batangan dengan berbagai macam profil penampang. Setiap batangnya tersedia dengan panjang 6 meter, bentuk dan ukuran profil sangat bervariasi secuai dengan kegunaannya dalam konstruksi antara lain ; profil-profil batang untuk kusen, profil-profil batang untuk rangka daun pintu, untuk konstruksi kusen dan daun jendela, untuk tiang / rangka dinding partisi (penyekat ruang), untuk Rolling door, untuk Folding gate, dan sebagainya.
  • berbentuk pita / pelat tipis dengan lebar tertentu ( missal ± 30 mm ) tersedia dalam bentuk gulungan ( rol ), biasanya untuk bahan awning dan krei.
  • juga bentuk-bentuk profil khusus seperti Handle daun pintu dan profil profil khusus lainnya.
Berikut ini contoh-contoh bentuk profil penampang batang aluminium secara umum untuk berbagai jenis konstruksi ( khusus untuk kusen dan rangka daun pintu jendela )

Terima kasih…
Semoga bermanfaat…!
Sumber :
Modul keahlian teknik bangunan SMK Departemen Pendidikan Nasional th. 2002 dengan judul “Membuat Sambungan Batang Aluminium Dengan Paku Keling Rivet dan Baut Sekerup”

Penggunaan bambu sebagai sarana instalasi air bersih tradisional

Posted in Green house on Juli 14, 2010 by xdesignmw

Untuk daerah tropis seperti Indonesia, sebuah keluarga akan membutuhan puluhan liter air bersih per hari untuk minum, membasuh mulut, mencuci, dan memasak, dan kebutuhan yang lain. Dalam sebulan akan dibutuhkan beribu ribu liter air bersih untuk keperluan lain seperti mandi, mencuci pakaian dan perabotan rumah tangga.
Untuk daerah pedesaan yang kering di musim kemarau pada waktu hujan hanya sedikit dan persediaan air dalam tanah menurun, akan sulit sekali untuk mendapatkan air yang bersih. Pada musin kemarau sumur menjadi kering, aliran sungai besar berubah menjadi kecil dengan air yang keruh, mengakibatkan timbulnya penyakit yang menuntut banyak korban. Di samping itu pada musim kemarau banyak waktu dan tenaga terbuang untuk mengambil air bersih, karena sumber air biasanya terletak jauh dari tempat tinggal.
Masalah kebutuhan air bersih dapat ditanggulangi dengan memanfaatkan sumber air dan air hujan. Menampung air hujan dari atap rumah adalah cara lain untuk memperoleh air. Cara yang cukup mudah ini kebanyakan masih diabaikan karena atap rumah yang terbuat dari daun rumbia atau alang-alang tidak memungkinkannya. Namun pada rumah yang beratap genteng atau seng bergelombang, hal ini dengan mudah dapat dilakukan dengan memasang talang air sepanjang sisi atap dan mengalirkan air hujan itu ke dalam tempat penyimpanan.
 
Ada 7 cara penyimpanan air yang biasa digunakan atau dipakai di daerah pedesaan di Indonesia. Ke-7 cara tersebut yaitu :
  1. Gentong penampungan air cara cetakan (Kapasitas 250 liter)
  2. Drum air cara kerangka kawat (Kapasitas 300 liter)
  3. Bak penampungan air bambu semen (Kapasitas 2.500 liter)
  4. Bak penampungan air bambu semen (Kapasitas 10.000 liter)
  5. Instalasi air bersih pipa bambu metode tradisional
  6. Instalasi air bersih pipa bambu sistem pengaliran tertutup
  7. Bak penampungan sumber air/mata air
Umumnya penyimpanan air yang digunakan adalah bak penampung yang dibuat dari drum, genteng dan bambu semen. 
Bahan ini digunakan karena : relatif murah, tahan lama, konstruksi kuat, mudah dibuat, bahan baku mudah didapat dan air yang ditampung tidak mudah tercemar.
Sumber : Buku Panduan Air dan Sanitasi, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI  bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, Jakarta, 1991.

Terima kasih…
Semoga bermanfaat..!

Metode uji beban loading test untuk test struktur beton

Posted in Konstruksi on Juli 7, 2010 by xdesignmw

Uji pembebanan (load test) adalah merupakan suatu metode pengujian yang bersifat setengah merusak atau merusak secara keseluruhan komponen komponen bangunan yang diuji. Pengujian yang dimaksud dapat dilakukan dengan beberapa metode salah satu diantaranya adalah metode uji beban (Load Test).
Tujuan load test pada dasarnya adalah untuk membuktikan bahwa tingkat keamanan suatu struktur atau bagian struktur sudah memenuhi persyaratan peraturan bangunan yang ada, yang tujuannya untuk menjamin keselamatan umum. Oleh karena itu biasanya load test hanya dipusatkan pada bagian-bagian struktur yang dicurigai tidak memenuhi persyaratan tingkat keamanan berdasarkan data-data hasil pengujian material dan hasil pengamatan.

Uji pembebanan biasanya perlu dilakukan untuk kondisi-kondisi seperti berikut ini:

  1. Perhitungan analistis tidak memungkinkan dilakukan karena keterbatasan informasi detail dan geometri struktur.
  2. Kinerja struktur yang sudah menurun karena adanya penurunan kwalitas bahan, akibat serangan zat kimia, ataupun karena adanya kerusakan fisik yang dialami bagian-bagian struktur,akibat kebakaran, gempa, pembebanan yang berlebihan dan lain-lain.
  3. Tingkat keamanan struktur yang rendah akibat jeleknya kwalitas pelaksanaan ataupun akibat adanya kesalahan pada perencanaan yang sebelumnya tidak terdeteksi.
  4. Struktur direncanakan dengan metode-metode yang non-stardard, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai tingkat keamanan struktur tersebut.
  5. Perubahan fungsi struktur, sehingga menimbulkan pembebanan tambahan yang belum diperhitungkan dalam perencanaan.
  6. Perlukannya pembuktian mengenai kinerja suatu struktur yang baru saja di renovasi karena ada perubahan fungsi bangunan.
Uji pembebanan dikategorikan dalam dua kelompok, yaitu :
  1. Pengujian ditempat ( in.situ ) yang biasanya bersifat non-destructive.
  2. Pengujian bagian-bagian struktur yang diambil dari struktur utamanya.  Pengujian biasanya dilakukan dilaboratorium dan sifat merusak.
Pemilihan jenis uji pembebanan ini tergantung pada situasi dan kondisi tetapi biasanya cara kedua dipilih jika cara pertama tidak praktis (tidak mungkin) untuk dilaksanakan. Selain itu pemilihan jenis pengujian bergantung pada tujuan diadakannya load test.
Kalau tujuannya hanya ingin mengetahui tingkat layanan struktur, maka pilihan pertama tentunya yang paling baik. Tetapi ingin mengetahu kekuatan batas dari suatu bagian struktur, yang nantinya akan digunakan sebagai kalibrasi untuk bagian-bagian struktur lainnya yang mempunyai kondisi yang sama, maka cara kedualah yang pilih.
1. Pengujian Pembebanan di tempat (In-Situ Load test)
Tujuan utama dari pembebanan adalah untuk mengetahui apakah bagian struktur pada saat diberi beban kerja (working load) memenuhi persyaratan banguan yang ada yang pada dasarnya dibuat agar keamanan masyarakat umum terjamin. Perilaku struktur tersebut dinilai berdasarkan pengukuran lendutan yang terjadi. Selain itu penampakan struktur pada saat retak-retak yang terjadi selama pengujian masih dalam batas-batas yang wajar
Bagian struktur yang akan memikul bagian struktur yang akan diuji dan beban ujinya juga harus dipertimbangkan/dilihat apakah kondisinya baik dan kuat Selain itu “scaffolding” juga harus dipersiapkan untuk mengantisipasi beban-beban yang timbul jika terjadi keruntuhan bagian struktur yang diuji.
Beban pengujian harus direncanakan sedemikian rupa sehingga bagian struktur yang dimaksud benar-benar mendapatkan beban yang sesuai dengan yang direncanakan. Hal ini kadang kala sulit direncanakan, terutama untuk pengujian struktur lantai. Hal ini dikarenakan adanya keterkaitan antara bagian struktur yang diuji dengan bagian struktur lain yang ada disekitarnya. Sehingga Timbul apa yang disebut pengaruh pembagian pembebanan (“Load sharing effect”). Pengaruh ini juga bisa ditimbulkan oleh elemen-elemen nonstruktual yang menempel pada lagian struktur yang akan diuji, sebagai contoh “ceiling board”, Elemen non struktural ini dapat berfungsi mendistribusikan beban pada komponen-komponen struktur dibawahnya yang sebenarnya tidak saling berhubungan. 
Untuk menghindari terjadinya distribusi beban yang akan diinginkan maka bagian struktur yang akan diuji sebaiknya diisolasikan dari bagian struktur yang ada disekitarnya
2. Pengujian bagian-bagian struktur yang diambil dari struktur utamanya.  Pengujian biasanya dilakukan dilaboratorium dan sifat merusak.
Uji merusak biasanya ditempuh jika pengujian ditempat (in-situ) tidak mungkin dilakukan atau jika tujuan utama pengujian adalah mengetahui kapasitas suatu bagian struktur yang nantinya akan dijadikan sebagai acuan dalam menilai bagian-bagian struktur lainnya yang identik dengan bagian yang diuji. Pengujian jenis ini biasanya memakan waktu dan biaya yang besar, terutama untuk pemindahan dan penggantian bagian struktur yang akan diuji dilaboratorium. Namun, walaupun begitu hasil yang bisa diharapkan dari pengujian jenis ini tergolong sangat akurat dan informatif.

Cara memblokir Account Facebook seseorang yang tidak kita sukai

Posted in Info sekilas on Juni 29, 2010 by xdesignmw

Mempunyai Account di Facebook sudah bukan merupakan yang aneh lagi saat ini, hampir semua orang yang sudah melek tehnologi pasti punya account Facebook
Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapat dengan punya/aktif update status di facebook, mulai dari sekedar iseng, cari teman, promosi barang, promosi jasa, kampanye.
Surfing di FB tentu sangat menyenangkan banyak teman, saling bertukar informasi, tapi tentu tidak akan menyenangkan kembali bila ada salah satu teman kita ( baik yang sudah kita kenal / kenal lewat dunia maya ) yang suka iseng menggangu lewat pesan, kirim status dan hal lain yang membuat kita tidak nyaman.
Sebenarnya ada cara mudah untuk mengatasi hal itu cukup dengan menghilangkan account teman kita tersebut dari daftar pertemanan sudah selesai.
Ada cara lain untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menggunakan fasilitas pelaporan/blokir orang tesebut ( repport/block this person ), cara ini lebih baik karena kita bisa memilih bagian apa yang akan kita blokir, caranya adalah sebagai berikut :

Masuk pada account teman yang akan kita blokir, akan muncul tampilan sbb :

Cari pada bagian bawah profil, klik “repport/block this person”

 
Beri tanda centang pada bagian yang dimaksud. ( block this person, repport this person )

Pilih alasan dilakukan pemblokiran ( pilih bagian yang dimaksud, ada beberapa pilihan contohnya pornografi )

 
Pilih bagian yang akan diblokir ( pilih bagian yang dimaksud, blokir profil, wall, message, dll sesuai kebutuhan )

Bila sudah klik submit, maka account orang tersebut sudah terblokir.

Tips :

  • Gunakan dengan bijak dan seperlunya.

  • Jangan terlalu mudah untuk add seseorang sebagai teman bila kita tidak yakin kenal.

  • Jangan memasukan informasi yang sifatnya pribadi baik berupa tulisan, gambar atau video

  • Hati hati dalam melakukan update status, jangan asal komentar apalagi sifatnya sara dan pornografi yang bisa menyinggung orang lain.

  • jangan mudah percaya dengan berbagai informasi yang diupdate melalui FB.

    terima kasih …!
    semoga bermanfaat….!

    Menata interior rumah mungil sempit dengan lahan terbatas

    Posted in Arsitektur on Juni 19, 2010 by xdesignmw

    Menata rumah mungil dan sempit tidaklah semudah yang kita duga.,dengan keterbatasan ruang, rumah harus mampu menampung segala keperluan penghuninya. Di samping itu rumah juga harus nyaman ditempati dan enak dipandang.

    Untuk menata rumah mungil ada beberapa prinsip :
    1. pengelolaan ruang secara efektif dan efisien
    2. pencahayaan dan sirkulasi udara yang tepat
    3. pemilihan corak dan warna interior yang cermat

    Jika ketiga prinsip tersebut dilaksanakan, keterbatasan ruang bisa diantisipasi bukan untuk menjadi luas tapi akan terkesan luas sehingga bisa tampak nyaman.
     

    Tips Menata interior rumah mungil sempit dengan lahan terbatas
    • Mengecat ruang dengan warna-warna yang terang, semua ruang rumah diusahakan terjangkau sinar matahari, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebab ruang yang terang akan terkesan lebih lega.
    • Penerangan ini bisa diperoleh melalui jendela, ventilasi udara dan bahan penutup atap yang transparan. Untuk itu, usahakan setiap ruang memiliki jendela dengan arah bukaan ke taman depan atau belakang. Selain sinar matahari bebas masuk, juga udara akan mengalir lancar 
    • Cat rumah, warna gorden atau furnitur sebaiknya menggunakan warna-warna yang terang. Warna putih pada tembok dapat menjadi salah satu pilihan untuk ruangan yang sempit. Atau jika Anda ingin menggunakan wallpaper pada dinding, pilihlah wallpaper dengan motif kecil.
    •  Ukuran jendela yang lebar dan menghadap ke taman juga berguna untuk memasukkan unsur alam ke dalam ruangan. Rumah tampak lebih segar dan pandangan orang yang di dalam ruangan pun menjadi lebih lepas.
    • Karena luas bangunan rumah mungil amat terbatas, supaya terkesan luas tidak perlu banyak sekat. Disarankan pemilik rumah menyatukan beberapa fungsi ruang, misalnya ruang tamu dengan ruang keluarga, kemudian ruang makan dengan ruang dapur bersih. Atau, ruang tamu, ruang keluarga dan ruang makan dijadikan satu ruangan. Perbedaan fungsi ruang hanya dibatasi dengan sekat yang transparan. 
    • Atap/langit langit yang tinggi, Jika ruangan Anda terbatas luasnya, dengan membuat atap lebih tinggi dapat memberi kesan ruang lebih lega karena adanya cukup ruang ke atas. 
    • Agar pandangan lebih luas, Anda dapat menggunakan jendela ukuran besar pada bagian depan rumah. Dengan demikian, penghuni rumah dapat melihat area yang luas di luar rumah dengan mudah seperti taman atau jalan. Hal ini akan memberi kesan luas.
    • Penggunaan cermin merupakan hal bisa dipertimbangkan untuk memberi kesan luas pada ruangan. Dengan cermin, Anda seolah-olah memiliki ruangan yang dua kali lebih besar karena pantulannya. 
    • Pilih Furnitur dengan Tepat, Memilih furniture seperti kursi, meja atau rak harus disesuaikan pada rumah yang mungil. Karena terbatasnya besar ruangan, maka pilihlah furniture yang simpel dan dalam ukuran yang kecil. Lalu cobalah pilih furnitur dengan warna yang menyerupai warna cat rumah Anda. Selain menghemat tempat, ini juga dapat membuat kesesuaian yang baik dengan ukuran ruangan. Warna yang menyerupai cat tembok akan membuat kesan lebih luas. 
    • Jangan terlalu banyak memasang pernak-pernik di rumah
    • Anda dapat pula memilih furniture multi fungsi. Misalnya meja yang juga dapat berfungsi sebagai kursi dengan menambahkan jok pada bagian atasnya. Furnitur lainnya misalnya ranjang di mana pada bagian bawahnya dapat berfungsi sebagai tempat penyimpanan. 
    • Yang tidak kalah pentingnya adalah tata letak dari furnitur. Dengan posisi letak yang tepat dapat memberi ruang kosong pada ruangan. 
    • Manfaatkan Ruang Kosong , Anda dapat memanfaatkan setiap bagian di rumah Anda yang masih kosong. Misalnya area di bawah tangga, biasanya kosong. Anda dapat meletakkan berbagai perlengkapan dan perkakas Anda di area bawah tangga 

     Terima kasih …..!
     Semoga bermanfaat..!

    Design rumah tinggal dengan lahan sempit memanjang kebelakang

    Posted in Arsitektur on Juni 18, 2010 by xdesignmw

    Membangun rumah dengan keterbatasan lahan memerlukan kejelian dan kehati hatian agar hasilnya bisa memenuhi kebutuhan yang diharapkan.
    Lahan dengan kondisi sempit memanjang kebelakang contohnya 6 m x 25 m, perlu beberapa hal yang perlu diperhatikan ( khususnya apabila kiri kanan sudah terdapat bangunan ), yaitu :
    Jenis ruang yang dibutuhkan ( minimal ).
    • Ruang tamu
    • Ruang keluarga
    • Ruang Makan
    • Kamar tidur
    • Dapur
    • KM/WC
    Sistim pencahayaan dan sirkulasi udara yang cukup untuk semua ruangan.
    • Pemenuhan cahaya dan udara yang cukup sangat mempengaruhi kenyamanan sebuah rumah, tata ruang dan adanya penempatan ruang terbuka bisa menjadi alternatif yang baik untuk kebutuhan pada lahan sempit memanjang.

    Contoh kasus sederhana :

    1. Penempatan ruang terbuka dibelakang garasi, dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pencahayaan dan sirkulasi udara pada ruang keluarga kamar tidur
    2. Penempatan ruang terbuka pada bagian belakang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pencahayaan dan sirkulasi udara pada dapur dan kamar tidur.
    3. Ruang  terbuka bisa merupakan taman samping dan belakang.

    Ini adalah contoh kasus sederhana yang bisa dijadikan inspirasi dalam membangun rumah. ( untuk detail bisa dilakukan dengan banyak variasi design )

    semoga bermanfaat..!
    terima kasih..!